call centre

0341 7744085

lufias

Rabu, 29 Februari 2012

Saringan Pasir

Saringan Pasir Lambat (SPL)

Saringan pasir lambat merupakan saringan air yang dibuat dengan menggunakan lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan pasir terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan kerikil. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Lambat (SPL).Saringan Pasir Cepat (SPC)

Saringan pasir cepat seperti halnya saringan pasir lambat, terdiri atas lapisan pasir pada bagian atas dan kerikil pada bagian bawah. Tetapi arah penyaringan air terbalik bila dibandingkan dengan Saringan Pasir Lambat, yakni dari bawah ke atas (up flow). Air bersih didapatkan dengan jalan menyaring air baku melewati lapisan kerikil terlebih dahulu baru kemudian melewati lapisan pasir. Untuk keterangan lebih lanjut dapat temukan pada artikel Saringan Pasir Cepat (SPC).

Saringan arang dapat dikatakan sebagai saringan pasir arang dengan tambahan satu buah lapisan arang. Lapisan arang ini sangat efektif dalam menghilangkan bau dan rasa yang ada pada air baku. Arang yang digunakan dapat berupa arang kayu atau arang batok kelapa. Untuk hasil yang lebih baik dapat digunakan arang aktif. Untuk lebih jelasnya dapat lihat bentuk saringan arang yang direkomendasikan UNICEF pada gambar di bawah ini.

8. Saringan air sederhana / tradisional

Saringan air sederhana/tradisional merupakan modifikasi dari saringan pasir arang dan saringan pasir lambat. Pada saringan tradisional ini selain menggunakan pasir, kerikil, batu dan arang juga ditambah satu buah lapisan injuk / ijuk yang berasal dari sabut kelapa. Untuk bahasan lebih jauh dapat dilihat pada artikel saringan air sederhana.

9. Saringan Keramik

Saringan keramik dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama sehingga dapat dipersiapkan dan digunakan untuk keadaan darurat. Air bersih didapatkan dengan jalan penyaringan melalui elemen filter keramik. Beberapa filter kramik menggunakan campuran perak yang berfungsi sebagai disinfektan dan membunuh bakteri. Ketika proses penyaringan, kotoran yang ada dalam air baku akan tertahan dan lama kelamaan akan menumpuk dan menyumbat permukaan filter. Sehingga untuk mencegah penyumbatan yang terlalu sering maka air baku yang dimasukkan jangan terlalu keruh atau kotor. Untuk perawatan saringn keramik ini dapat dilakukan dengan cara menyikat filter keramik tersebut pada air yang mengalir.

10. Saringan Cadas / Jempeng / Lumpang Batu

Saringan cadas atau jempeng ini mirip dengan saringan keramik. Air disaring dengan menggunakan pori-pori dari batu cadas. Saringan ini umum digunakan oleh masyarakat desa Kerobokan, Bali. Saringan tersebut digunakan untuk menyaring air yang berasal dari sumur gali ataupun dari saluran irigasi sawah.
Seperti halnya saringan keramik, kecepatan air hasil saringan dari jempeng relatif rendah bila dibandingkan dengan SPL terlebih lagi SPC.

11. Saringan Tanah Liat.

Kendi atau belanga dari tanah liat yang dibakar terlebih dahulu dibentuk khusus pada bagian bawahnya agar air bersih dapat keluar dari pori-pori pada bagian dasarnya. Lihat saringan keramik.
Saringan Kain Katun.

Pembuatan saringan air dengan menggunakan kain katun merupakan teknik penyaringan yang paling sederhana / mudah. Air keruh disaring dengan menggunakan kain katun yang bersih. Saringan ini dapat membersihkan air dari kotoran dan organisme kecil yang ada dalam air keruh. Air hasil saringan tergantung pada ketebalan dan kerapatan kain yang digunakan.

lufiasbrongkal





QOSYIDAH 3





QOSYIDAH





QOSYIDAH 1





QOSYIDAH 2





PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL IHSAN

PONDOK PESANTREN ROUDLOTUL IHSAN
Jl.Pesantren 27 Jeru,kec.Turen,Kab.Malang ,Jawa Timur
Telp.(0341)823308
PERATURAN PONDOK ROUDLOTUL IHSAN
A. HAL-HAL KEWAJIBAN
1. Semua santri diwajibkan mengikuti sholat berjamaah (maghrib,isya’,dan subuh).
2. Semua santri harus bisa menjaga nama baik PP.Roudhotul Ihsan / PPRI.
3. Semua santri wajib mengikuti MWB(murid wajib belajar).
4. Semua santri wajib tadarus di mushola setelah sholat maghrib.
5. Masuk ke ponpes wajib berpakaian santri.
6. Santri berangkat ke ponpes sebelum maghrib.
7. Diwajibkanya memiliki semua kitab untuk semua mata pengajian.
8. Semua santri wajib menjaga kebersihan ponpes.
9. Keluar masuk ponpes wajib meminta izin kepada sie.keamanan/pengurus yang ada.
10. Datang ke tempat pengajian sebelum ustadznya/ustadzah datang.


B. HAL-HAL LARANGAN
1. Semua santri di larang bertengkar,dan mengambil hak-hak orang lain.
2. Semua santri dilarang berhubungan dengan lawan jenis.
3. Semua santri dilarang keluar (di atas jam 21:00 bagi sanriwan).
4. Di larang menggunakan HP berlebihan & Menggunakan HP pada jam mengaji hingga waktu MWB selesai dilaksanakan.
5. Dilarang mengecash HP.
6. Apabila sudah malam dilarang berisik terlalu berlebihan.
7. Di larang bergurau apabila pengajian berlangsung.

Jeru, 25 Oktober 2011
Pengasuh


KH.ABDUL WAHAB

KODE BELL
 BEL 1X MASUK NGAJI
 BEL 2X LIBUR MENGAJI
 BEL 3X IQOMAT
 BEL 4X PERSIAPAN MENGAJI
 BEL 5X MWB
 BEL 4X KEMUDIAN 3X3 SUBUH
 BEL PANJANG KEGIATAN











ANGGOTA KAMAR SELATAN
THie_asZ
ALphIe
RIeZQieYah
IeLMhie
NeNY 9
MAieYA
NIQuEnd
IeNThaN
NIeNhA




AGGOTA KAMAR UTARA

MAUIDHO
NIKMA
LILIK
VINA
VIVI
WANDA
IIS
NOVI

sholat tahajud


"Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa".
Artinya: “Aku niat sholat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

To the point saja, bagi anda yang ingin belajar bagaimana cara sholat tahajud, belajar sholat tahajud memang gampang-gampang susah, gampangnya hanya sholat minimal 2 rakaat susahnya adalah bangun tidur dan mengambil air wudhu, tapi semuanya tergantung dari niat kitanya masing-masing. berikut ini adalah cara dan bacaan sholat tahajud, yang sederhana.

Sebelumnya perlu diketahui tuntunan sholat tahajud atau tata cara sholat tahajud, kita harus mengetahui syarat sholat tahajud. Sholat tahajud adalah sholat malam yang dilakukan setelah sholat isya dan setelah tidur, jadi kalau belum tidur belum disebut sholat tahajud, anda bisa baca makalah tentang sholat tahajud di blog anakciremai ini.

Kapan waktu sholat tahajud?
Waktu shalat Tahajud Sangat utama : 1/3 malam pertama sekitar ba’da Isya – jam 22.00
Waktu shalat Tahajud Lebih utama : 1/3 malam kedua sekitar jam 22.00 – jam 01.00 dini hari
Waktu shalat Tahajud Paling utama : 1/3 malam terakhir jam 01.00 – waktu shubuh

Berapa jumlah rakaat sholat tahajud?
Jumlah rakaat sholat tahajud adalah bebas tidak terbatas, misalnya sholat tahajud 2 rakaat, 4 rakaat, 6 rakaat, 8 rokaat, 10 rakaat dst semampunya, (2 rakaat 1 salam).

Bagaimana bacaan sholat tahajud?
Bacaan sholat tahajud sebenarnya sama saja seperti bacaan sholat wajib atau sunah lainnya, Lakukan saja seperti shalat wajib atau sholat sunah biasa seperti sunah shalat ba'diah, shalat qobliah, shalat hajat, sholat witir, sholat tarawih yang anda lakukan. Yang membedakan adalah niatnya saja,



"Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa".
Artinya: �$80�Aku niat sholat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”

Ayat atau surat yang dibaca dalam sholat tahajud apa saja?.
Surat atau aya yang dibaca dalam sholat tahajud sebenarnya tidak ditentukan yang penting anda hafal surat tersebut. Misalnya pada rakaat pertama setelah Al-fatihah membaca surat Al-ikhlas dan pada rak’at kedua membaca surat Al-Kafirun.

Bagaimana do’a setelah sholat tahajud?
Setelah tahajud anda bisa membaca doa berikut:


atau doa sapu jagat:

Atau jika tidak hafal anda bisa perbanyak dzikir, istigfar, tahmid, tahlil, membaca ayat kursi, atau doa sesuai keinginan anda, anda bisa berdoa menggunakan bahasa anda sendiri karena Allah Maha Tahu.

Dalam sholat tahajud yang penting dawam (dilakuan terus menerus) tiap hari. Itulah cara belajar sholat tahajud.

contoh laporan biologi(cara membuat telor asin)

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM BIOLOGI
PRAKTIKAN TRANSPOR MELALUI MEMBRAN SEL
MEMBUAT TELUR ASIN (PAKAI BATU BATA)

di Bimbing oleh:
Achmad Fauzi,M.Si

Ketua Kelompok:
Asharul basofi
Anggota:
Saiful Anwar
Syarif Ali Hujjatullah
Tyas Prayugining Sutrisno.P
Yuli Fatma
Kelas:
XI IPA 2



MADRASAH ALIYAH KHAIRUDDIN
STATUS : TERAKREDITASI “A”
Jl.Murcoyo I Telp. (0341) 879737 Gondanglegi – Malang
Website : www.ma-khairuddin.sch.id Email : ma.khairuddin@yahoo.com

1. PENDAHULUAN
1.1.1. LATAR BELAKANG
Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang enak dan lezat,mudah dicerna,dan bergizi tinggi.Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah.Telur terdiri dari protein 13%,lemak 12%,serta vitamin dan mineral.Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuning telur.Kuning telur mengandung asam amino yang membantu mempercepat pertumbuhan otot serta mineral seperti besi,fosfor sedikit kalsium dan vitamin B kompleks.Oleh sebab itu,usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur.
Zat gizi pada telur sangat medah dicerna dan dimanfaatkan.telur sangat dianjurkan untuk di konsumsi oleh anak-anak,ibu hamil dan menyusui,orang yang sedang sakit,serta para lansia.selain itu,penyimpanan telur dalam waktu lama tanpa pengawetan dapat menurunkan bobot telur dan putih telur menjadi encer.telur yang di awetkan dapat memperpanjang daya simpan tanpa mengurangi kadar gizinya.salah satu cara pengawetan yang tidak merubah gizinya yaitu di asinkan.
Dalam pembuatan telur asin,telur yang biasanya di gunakan adalah telur itik karena ukuranya yang lebih besar dari pada telur ayam.dan dari pada telur ayam telur ayam,telur itik memiliki bau yang lebih amis.

1.1.2. RUMUSAN MASALAH
1) Mengapa rasa asin pada telur ayam,itik,dan puyuh berbeda ?
2) Mengapa warna telur sebelim dan sesudah di asinkan berbeda ?
3) Mengapa telur setelah di asinkan lebih tahan lama ?
1.3. TUJUAN
1) Mengetahui perbandingan rasa asin pada telur itik,ayam,dan puyuh.
2) Mengetahui perbandingan warna sebelum dan sesudah di asinkan.
3) Memperlambat proses pembusukan (pengawetan).












2. PEMBAHASAN
Proses pembuatan telur asi ada beberapa bahan,dan alat yang perlu dipersiapkan, yaitu :

2.1 . BAHAN - BAHAN
1) Telur bebek/puyuh/ayam kampung yang bermutu baik.
2) Abu gosok
3) Bubuk batu bata merah
4) Garan dapur
5) Air bersih secukupnya

2.2. ALAT - ALAT
1) Ember plastik
2) Panci atau kuali tanah
3) Kompor
4) Alat pengaduk
5) Stoples atau alat penyimpan telur

2.3. CARA PEMBUATAN
1) Pilih telur yang bermutu baik
2) Bersihkan telur kemudian lap sampai bersih
3) Amplas seluruh permukaan
4( Buat adonan yang terdiri dari campuran garam,abu gosok,semen batu bata merah dengan perbandingan (1:2:1)
5) Tambahkan air secukupnya
6) Bungkus telur setebal 1-2 mm
7) Simpan telur kedalam stoples atau tempat yang tidak bisa dimasuki udara selama 7 – 15 hari

2.4. KAJIAN ILMIAH
Proses telur yang mula – mula tawar menjadi asin karena di ablut dengan pasta campuran antara abu gosok,semen batu bata merah,dan garam dan di biarkan selama beberapa hari hingga telur itu menjadi asin disebut dengan proses osmosis.
Osmosis adalah proses perpindahan air dari zat yang berkosentrasi rendah (hipotonis) ke larutan yang berkosentrasi tinggi (hipertonis) melalui membran semi permeabel.





3. KESIMPULAN
1. Rasa yang dihasilkan antara telur bebek,ayam,dan puyuh berbeda.telur bebek lebih asin dari pada telur ayam dan telur puyuh,oleh karena itu mengapa telur bebek lebih banyak di gunakan sebagai bahan baku telur asin karena selain prosesnya lebih cepat telur bebek lebih kesat dan rasanya lebih enak di bandingkan dengan telur ayam dan telur puyuh.mengapa telur bebek lebih cepat asin karena jika dibandingkan dengan telur ayam dan puyuh telur bebek pori – porinya lebih besar,maka dari itu telur bebek proses pengasinannyalebih cepat.
2. Telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan.
3. Dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, dan rasanya enak.
4. garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin.


















4. DOKUMENTASI
































5. DAFTAR PUSTAKA

PDF Created with deskPDF PDF Writer - Trial : http://www.docudesk.com
D.A. Pratiwi. Sri maryati. Srikini dan kawan – kawan. 2007. Biologi untuk SMA kelas XI. Jakarta : Erlangga.





































iii. DAFTAR ISI

iii. DAFTAR ISI
1. PENDAHULUAN
1.1.1. LATAR BELAKANG
1.1.2. RUMUSAN MASALAH
1.1.3. TUJUA
2. PEMBAHASAN
2.1.1. BAHAN – BAHAN
2.1.2. ALAT – ALAT
2.1.3. CARA PEMBUATAN
2.1.4. KAJIAN ILMIAH
3. KESIMPULAN
4. DOKUMENTASI
5. DAFTAR PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA
MENGUJI DAN MENGETAHUI ZAT – ZAT ASAM DAN BASA

Di bimbing oleh :
Ibu. Isyaroh ,ST












Nama Anggota :
Saiful Anwar
Novia D’milla Putri
Salafuddin Zuhri
Tyas Prayugining SP
Yuli Fatma




MADRASAH ALIYAH KHAIRUDDIN
STATUS : TERAKREDITASI “A”
Jl.Murcoyo I Telp. (0341) 879737 Gondanglegi – Malang
Website : www.ma-khairuddin.sch.id Email : ma.khairuddin@yahoo.com
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ………..……………………………………………………….. ii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………….. 1
BAB I ………………………………………………………………………... 2
LATAR BELAKANG ………………………………………………… 2
RUMUSAN MASALAH ……………………………………………… 2
TUJUAN ………………………………………………………………. 3
BAB II ……………………………………………………………………….. 4
PEMBAHASAN …………………………………………………………… 4
BAB III ……………………………………………………………………… 6
KESIMPULAN …………………………………………………………….. 6
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………….. 7

















KATA PENGANTAR
Tiada kalimat yang patut kita ucapkan melainkan ucapan alhamdulillahirobbil alamin, karena dengan rahmat, kasih sayang dan nikmat yang telah diberikan oleh allah SWT kita dapat membuat laporan hasil praktikum yang kita laksanakan beberapa waktu yang lalu. shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabi muhammad saw, sang risalah umat islam.
Laporan ini merupakan hasil tertulis, dan pertanggung jawaban tentang hasil praktikum yang telah kita lakukan beberapa waktu yang lalu. Laporan ini kita buat dengan tujuan bisa bermanfaat khususnya untuk kita sendiri dan teman – teman pelajar yang lain. dan apabila ada kesalahan kami mohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran serta bimbingan dari semua pihak.

















BAB I
PENDAHULUAN

A. PENDAHULUAN
Asam dan basa merupakan dua golongan zat kimia yang sangat penting. Dalam kehidupan sehari–hari, kita mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebagai asam, misalnya asam cuka, asam sitrun, asam jawa, asam belimbing, dan lain–lain. Salah satu sifat asam adalah rasanya yang masam. Kita juga mengenal berbagai zat yang kita golongkan sebagai basa, misalnya kapur sirih, kaustik soda, air abu (abu gosok), dan air sabun. Salah satu sifat basa adalah dapat melarutkan lemak, itulah sebabnya abu (abu gosok ) digunakan untuk mencuci piring.
Berkaitan dengan larutan asam dan basa, larutan dikelompokkan ke dalam tiga golongan, yaitu bersifat asam, bersifat basa, atau bersifat netral. Meskipun asam dan basa mempunyai rasa yang berbeda tidaklah bijaksana untuk menunjukkan keasaman atau kebasaan dengan cara mencicipinya, karena banyak diantaranya yang dapat merusak kulit atau bersifat racun. Berkat pengalaman dan penelitian para ahli kimia, kini telah tersedia cara praktis untuk menunjukkan keasaman dan kebasaan, yaitu dengan menggunakan indikator asam basa. Indikator asam basa adalah zat–zat warna yang mampu menunjukkan warna benda dalam larutan asam dan basa.
Sifat asam – basa dari suatu larutan juga dapat ditunjukkan dengan mengukur Ph–nya. pH adalah suatu parameter yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7. pH larutan dapat ditentukan dengan menggunakan indikator pH (indikator universal ), atau dengan pH–meter.

B. RUMUSAN MASALAH
Apakah kadar asam pada berbagai zat–zat itu sama ?
Apakah kadar basa pada berbagai zat–zat itu sama ?
Apakah ekstra mahkota bunga warnanya berubah setelah di beri dengan zat – zat yang bersifat asam ?
Apakah ekstra mahkota bunga warnanya berubah setelah di beri dengan zat – zat yang bersifat basa ?

C. TUJUAN
Mengetahui kadar asam pada berbagai macam zat – zat.
Mengetahui kadar basa pada berbagai macam zat – zat.
Menguji kadar asam dan basa melalui media ekstra mahkota bunga.
Memgamati perubahan warna pada ekstra mahkota bunga yang telah di beri zat–zat yang mengandung asam dan basa.




















BAB II
PEMBAHASAN

Alat – alat
Tabung reaksi
Air aqua / air suling
Lumpang dan alu
Pipet tetes
Beberapa bunga bewarna

Bahan
Air jeruk nipis
Air kapur sirih
Air garam
Larutan asam ( cuka )
Larutan basa ( obat magh )

Langkah kerja
Gerus beberapa helai mahkota bunga sampai halus dengan lumpang dan alu untuk mempermudah penggerusan tambahkan air suling ± 6 ml.
Tuangkan ± 1 ml ekstra bunga kedalam tabung reaksi yang kering dan bersih.
Pada tabung reaksi 1 tambahkan cuka, yang ke2 di tambahkan obat maag.
Goncangkan tabung dan amati perubahan warna yang terjadi.
Dengan menggunakan ekstra bunga diatas ujilah sifat asam dan basa dari air jeruk , kapur dan garam. Amati perubahan yang terjadi.
Amati langkah kerja diatas untuk ekstra bunga yang lain.






Pengamatan
Pengujian ekstra mahkota bunga
Nama bunga
Mawar eforbia Suko Geranium
Warna bunga
Merah Merah arange Ungu
Warna ekstra + air suling Ungu Coklat krem Orange Ungu

warna ekstra + cuka
Merah muda Orange Orange muda Merah muda
warna ekstra + obat magh Hijau tua Hijau muda Hijau Hijau matang

Penentuan sifat asam dan basa yang ekstra mahkota bunga
Bahan yang Nama bunga Sifat larutan yang di uji
Mawar Eforbia Suko Geranium
Air jeruk
Merah muda Orange Orange Merah muda Asam
Air kapur
Kuning Hijau Hijau Kuning Basa
Air garam
Coklat Orange Orange Ungu muda Netral
Larutan H_2 〖SO〗_4 Merah Orange Orange Merah muda Asam
Larutan KOH
Coklat Hijau tua Coklat Kuning Basa





BAB III
KESIMPULAN

Tidak karena setiap kadar keasaman pada masing–masing zat berbeda, dan untuk membedakan kadar keasaman pada zat–zat xang telah diuji dapat dilihat dari perubahan warna ekstra bunga yang telah ditambahkan dengan zat yang bersifat asam. Berdasarkan sifatnya asam mengubah kertas lakmus biru menjadi merah dapat disingkat dengan ABIRA (Asam biru menjadi merah). Dan untuk membedakan apakah zat apakah zat itu bersifat asam kuat atau asam lemah dapat dilihat dari kepekatan warnanya setelah dicampur dengan zat yang bersifat asam. Semakin kuat zat asam tersebut maka warnanya semakin pekat. Dan semakin lemah zat asam tersebut maka warnanya semakin pudar.Dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel percobaan diatas. Perubahan–perubahan warna yang terjadi setelah ekstra bunga ditambahkan dengan zat yang bersifat asam.
Tidak karena setiap kadar kebasaan pada masing – masing zat berbeda ,dan untuk membedakan kadar keasaman pada zat–zat yang telah diuji dapat di lihat dari perubahan warna ekstra bunga yang telah ditambahkan dengan zat yang bersifat basa. Berdasarkan sifatnya basa bersifat licin dan dapat mengubah kertas lakmus merah menjadi biru dapat disingkat dengan BARABI (Basa merah menjadi biru). Dan untuk membedakan apakah zat itu bersifat basa kuat atau basa lemah dapat dilihat dari kepekatan warnanya setelah dicampur dengan zat yang bersifat basa. Semakin kuat zat basa tersebut maka warnanya semakin pekat . dan semakin lemah zat basa tersebut maka warnanya semakin pudar. Dan untuk lebih jelasnya pada dilihat pada tabel percobaan diatas. Perubahan–perubahan warna yang terjadi setelah ekstra bunga ditambahkan dengan zat yang bersifat asam.
Ya, karena setiap zat yang ditambah asam, maka warnanya cenderung ke warna merah. Seperti warna merah muda, orange, atau ungu. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat tabel diatas.
Ya, karena setiap zat yang ditambah basa, maka warnanya cenderung ke warna hijau.
Dan apabila ekstra mahkota itu dicampurkan dengan zat asam atau basa dan warnanya berubah cenderung ke warna kuning maka zat tersebut bersifat netral.

DAFTAR PUSTAKA
Purba, michael. 2006 . KIMIA untuk SMA kelas XI . Jakarta : Erlangga.

LAPORAN Cara Pembuatan Telur Asin

Cara Pembuatan Telur Asin

Karya tulis ini di tulis oleh Abdul Aziz, beliau adalah Mahasiswa UT pada Pokjar Tapung Hulu, penulisan Karya tulis ini merupakan salah satu tugas kuliah pada mata kuliah Wawasan Kemasyarakatan, tapi tenang aja makalah ini udah di kumpulkan kok, jdi ktimbang mubawir lebih baik diposkan n pengeposan sdah mendapat perse 7 an dri penulis, moga2 bermanfaat bagi pembaca sekalian , wassalam..!

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, atas segala rahmat dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, karena dengan izin-Nya-lah semua usaha dan pekerjaan yang kita lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna. Dan tentunya dengan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini pada waktunya. Shalawat beriring salam tak puas-puasnya kita kirimkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan.
Dengan ucapan rasa syukur penulis akhirnya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya, dimana Makalah yang bertajuk Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan ini penulis beri judul “Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur Asin”.
Dalam penulisan makalah ini penulis tentunya banyak mendapatkan support dan bantuan, baik yang bersifat sprituil dan juga materil, oleh sebab itu pada kesempatan ini tak lupa penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis, yaitu antara lain :

1. Kepada kedua Orang tua penulis, yang selama ini telah memberikan banyak perhatian dan support terhadap setiap aktifitas penulis yang bersifat positif dan membangun.
2. Kepada Ibu………………., selaku tutor pemandu terhadap mata kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan pada Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu.
3. Kepada Tim Pengelola Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu.
4. Kepada seluruh rekan- rekan sejawat yang telah banyak memberikan masukan terhadap penulis dalam proses pengerjaan pembuatan Makalah ini.
5. Dan yang terakhir tentunya kepada seluruh pihak yang telah menfasilitasi penulis dalam usaha penyelesaian penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Dan terakhir penulis berharap, mudah- mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan berguna sebagai sumber ilmu bagi yang membacanya dan dapat dijadikan bahan referensi sebagai tolak ukur kemampuan penguasaan materi Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan.
Tapung Hulu, 16 April 2011
Penulis

ABDUL AZIZ
Nim : 821 520 793
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB. I Pendahuluan...................................................................................... 1
1. Latar Belakang....................................................................................... 1
2. Pembatasan Masalah............................................................................. 2
3. Tujuan...................................................................................................... 2
3.1 Tujuan Khusus.................................................................................. 3
3.2 Tujuan Umum.................................................................................... 3
BAB. II. Cara Pembuatan Telur Asin...................................................... 4
1. Defenisi Telur.......................................................................................... 4
2. Bahan- Bahan.......................................................................................... 5
3. Alat- Alat................................................................................................ 6
4. Cara Pembuatan .................................................................................... 6
BAB. III. Penutup........................................................................................ 9

1. Kesimpulan......................................................................................... 9
2. Saran................................................................................................... 9

Lampiran......................................................................................................... 11

BAB. I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, merambat kepada setiap aspek kehidupan, tingkat persaingan yang semakin tinggi memaksa setiap orang lebih jeli dalam membaca setiap peluang dalam usaha mengembangkan keterampilan dan keahliannya untuk menjawab tantangan zaman. Rendahnya tingkat keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk Indonesia merupakan salah satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Padahal usaha yang dilakukan pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan sudah menjadi agenda utama dari pemerintah. Salah satu contoh yaitu dengan mencetuskan wajib belajar 9 Tahun dan memberikan pinjaman dengan suku bunga ringan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia tersebut. Namun semua itu ternyata tidaklah cukup, karena belum didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berkeahlian yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja sendiri, atau berkreasi yang menghasilkan tentunya yang dapat berdampak pada penekanan terhadap tingginya angka pengangguran, tingginya angka kemiskinan yang ada di Indonesia tersebut.


1.2. Pembatasan Masalah
Oleh sebab itu, Penulis dengan bimbingan yang diberikan oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan, mencoba membuat suatu terobosan, yaitu dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan terhadap kegiatan home industri yang bisa dikelola atau dilakukan oleh ibu- ibu yang tidak bekerja untuk memberikan kontribusi dalam usaha peningkatan income yang diharapkan berdampak posistif yaitu meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraannya. Adapun pelatihan dan penyuluhan ini Penulis lakukan diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kasikan dimana Penulis berdomisili.
Dalam kesempatan ini yang dibantu oleh beberapa orang terdekat melakukan penelitian dan pelatihan terhadap ibu- ibu yang tergabung dalam kelompok wirid RT. 003 RW. 001 Dusun I Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dalam hal Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur Asin.
1.3. Tujuan
Minimnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat desa menjadi salah satu penghambat dalam usaha peningkatan kesejahteraan yang dimilikinya, oleh sebab itu dengan memperbanyak wadah- wadah pelatihan keterampilan diharapkan dapat tercapainya tujuan- tujuan dari pada penulisan makalah ini, Penulis memberikan 2 macam tujuan terhadap penelitian ini, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.

1. Tujuan Umum

- Memberikan pelatihan keterampilan yang dapat menghasilkan
- Memberikan kontribusi terhadap usaha peningkatan taraf hidup masyarakat desa.
- Ibu- ibu yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- sehari
- Dapat menumbuhkan kembangkan kegiatan Home Industri yang ada diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Khususnya Desa Kasikan dan berdampak positif terhadap usaha peningkatan penghasilan masyarakat desa
- Menciptakan peluang kerja terhadap masyarakat Desa

2. Tujuan Khusus

- Meningkatkan wawasan penulis terhadap ragam kehidupan masyarakat Desa yang majemuk
- Melatih keterampilan Penulis khususnya dalam berkontribusi dengan masyarakat agar dapat berdaya guna bagi kehidupan masyarakat desa
- Melengkapi tugas yang dibebankan oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan.
- Melatih kemampuan Mahasiswa dalam usaha penyusunan makalah ilmiah yang dapat bermanfaat guna bagi khalayak ramai.

BAB. II. CARA PEMBUATAN TELUR ASIN
Pelatihan keterampilan cara pembuatan telur asin yang penulis lakukan adalah salah satu contoh bagaimana cara memberdayakan masyarakat agar dapat mengembangkan pola pikir tentang kewirausahaan yang penulis harapkan dapat berdampak posistif bagi kehidupan masyarakat sekitar. Lebih lanjut penulis juga mencoba memberikan gambaran atau peluang untuk membuka usaha bagi masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya dan tentunya hal ini akan berdampak positif dengan mampunya masyarakat membuka peluang kerja sendiri untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di dalam masyarakat yang rata- rata hanya menamatkan tingkat pendidikan SLTP.
Adapun wilayah dimana penulis tinggal merupakan salah satu desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya Desa Kasikan dan pelatihan ini penulis berikan kepada perkumpulan wirid yasin Ibu- ibu yang berada dilingkungan RT. 003 RW. 001 Desa Kasikan.
1. Defenisi Telur
Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golongan unggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewan amfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).
Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses dengan farian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks Cara pembuatan telur asin saja.
2. Bahan- Bahan
Pada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :

* Telur bebek yang bermutu baik 30 butir
* Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 ½ liter
* Garam dapur ½ kg
* Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
* Air bersih secukupnya

N/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi.
3. Alat- Alat
Alat yang dibutuhkan:

* Ember plastik
* Kuali tanah atau panci
* Kompor atau alat pemanas
* Alat pengaduk
* Stoples atau alat penyimpan telur

4. Cara Pembuatan
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benar- benar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :
a. Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
b. Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
c. Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
d. Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
e. Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
f. Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
g. Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
h. Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)
i. Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.
Sumber: frutiti.multiply.com
Setelah dilakukan uji coba terhadap konsep pembuatan telur asin ini, ternyata banyak dampak positif yang sangat membangun pengetahuan masyarakat sekitar, dan lebih lagi antusiasme masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui proses pembuatan telur asin ini sangat tinggi, dan dari lima Ibu- ibu yang menjadi anggota tetap pelatihan yang penulis laksanakan ternyata banyak yang berkeinginan mengikutinya, setelah mereka mendengar dan melihat hasil dari proses pelatihan yang penulis laksanakan.
Keadaan ini menjadi suatu semangat tersendiri bagi penulis agar kedepannya dapat melaksanakan pelatihan- pelatihan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan peluang home industri yang sangat menjajikan ini.

BAB. III. PENUTUP
A. Kesimpulan
Proses peralihan kebudayaan masyarakat yang homogen menjadi heterogen (majemuk), berdampak sangat signifikan terhadap pola pikir dan pandangan masyarakat dalam menyikapinya. Dengan memberikan modal keterampilan dan keahlian diharapkan masyarakat dapat lebih bersaing secara sehat dalam menyikapi perkembangan zaman ini. Berbagai macam pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus yang di sediakan pemerintah belum mampu mencakup secara keseluruhan masyarakat yang ada di tanah air tercinta ini. Maka oleh sebab itu, alangkah baik jika pihak swasta atau para pengusaha memiliki perhatian lebih terhadap peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan menfasilitasi masyarakat dengan pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus keterampilan yang dapat dijadikan modal bagi masyarakat dalam usaha menyediakan peluang usaha bagi dirinya sendiri, yang diharapkan nantinya hal ini dapat menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia dan tentunya juga dapat meningkatkan taraf hidupnya untuk menuju Indonesia yang adil dan sejahtera.
B. Saran
Setelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asin yang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif.
Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Amin.







Lampiran.
Gambar. 1. Telur yang baru dibuka dari bungkusannya setelah dibalut oleh adonan abu gosok dan garam.

Gambar. 2. Ibu- ibu sedang membersihkan telur denga menggunakan air bersih, setelah dibuka dari bungkusan yang dibalut dengan adonan abu gosok dan garam.



Gambar. 3. Telur yang telah dibersihkan dan dimasukkan kedalam dandang untuk menjalani proses perebusan selama kurang lebih 60 Menit untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Gambar 4. Telur asin yang sudah jadi dan memiliki kualitas yang sangat baik karena warna kuning telurnya agak kemerahan dan berminyak.

CARA MEMBUAT TELUR ASIN



1. Defenisi Telur
Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golongan unggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewan amfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru).
Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses dengan farian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks Cara pembuatan telur asin saja.
2. Bahan- Bahan
Pada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :

* Telur bebek/puyu/ayam kampung yang bermutu baik
* Abu gosok atau bubuk batu bata merah secukupnya
* Garam dapur sesuai selara
* Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air
* Air bersih secukupnya

N/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi.
3. Alat- Alat
Alat yang dibutuhkan:

* Ember plastik
* Kuali tanah atau panci
* Kompor atau alat pemanas
* Alat pengaduk
* Stoples atau alat penyimpan telur

4. Cara Pembuatan
Untuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benar- benar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :
a. Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk)
b. Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan
c. Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka
d. Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam
e. Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta
f. Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kira-kira setebal 1~2 mm
g. Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka
h. Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)
i. Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.

Selasa, 28 Februari 2012

KIR BIOLOGI

LEMBAR PENGESAHAN


1. Judul :”DAUR ULANG KERTAS”
2. Nama Penulis

a. Nama Lengkap : SAIFUL ANWAR
Nadifatus Sa’adah
Sri Wahyuni

b. NIS : 3213,

c. Jurusan : IPA

d. Sekolah : Madrasah Aliyah Khairuddin

e. No.HP : 085646282488

3. Guru Pembimbing

a. Nama : Ahmad Fauzi, S.Si.

b. Bidang Keahlian : Biologi

c. No. HP : 08125290131

d. Email : Faz8301@gmail.com



















KATA PENGANTAR

Segala puji syukur dihadiratkan kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga karya tulis dengan judul “ PAPER RECYCLING BERDAMPAK SISTEMIK PADA KELESTARIAN HUTAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT “ dapat diselesaikan dengan baik .
Karya tulis ini dapat diselesaikan dengan baik tentu tidak lepas dari bantuan pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ahmad Fauzi, S, Si . Selaku Guru Pembimbing yang telah sabar memberikan ilmu, saran, dan kritik, serta membimbing penulis menyelesaikan karya tulis ini dengan baik.
2. Dra. Hj Isma Mufidah. M.Ag . Selaku Kepala Madrasah yang telah memberikan izin dan masukan kepada penulis.
3. Seluruh anggota Tim Semut MA. Khairuddin.
4. Pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Penulis menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu segala masukan, saran, dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Semoga dengan adanya karya ini dapat menjadi sesuatu masukan ilmu dan memberikan manfa’at dimasa yang akan datang bagi penulis dan masyarakat luas.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN ii
KATA PENGANTAR iii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR GAMBAR v
DAFTAR LAMPIRAN viii
RINGKASAN ix

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................... 9
B. Rumusan Masalah .............................................................. 9
C. Tujuan Penelitian 9
D. Manfaat penulisan .............................................................. 10
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Perindustrian 11
B. Ancaman Biodiversitas 11
BAB III METODE PENULISAN
A. Observasi dan Perumusan Masalah 12
B. Teknik Pengumpulan Data
C. Teknik Analisis
D. Penarikan Simpulan
BAB IV PEMBAHASAN
A. Daur Ulang Kertas
B. Poses pembuatan daur ulang kertas
C. Keuntungan daur ulang kertas
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR


Gambar 1.




DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.Riwayat Hidup SAIFUL ANWAR

PAPER RECYCLING BERDAMPAK SISTEMIK PADA KELESTARIAN HUTAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

RINGKASAN

Indonesia merupakan negara yang kaya akan biodiversitas sehingga Indonesia dijuluki sebagai salah satu hot spot megabiodiversity di dunia di samping Brazilia, dan Zaire.Namun demikian masyarakat Indonesia kurang menyadari untuk menjaga biodiversitas mereka sehingga selama sepuluh tahun terakhir ini, laju kerusakan hutan di Indonesia meningkat tajam. Kerusakan di perparah dengan meningkatnya perindustrian di Indonesia terutama industri kertas karena dalam pembuatan kertas, bahan bakunya adalah kulit-kulit dari pohon. Salah satu upaya untuk mengurangi kerusakan ini adalah dengan pemanfaatan sampah-sampah dari kertas untuk di daur ulang menjadi kertas xang bisa di pakai lagi.
Tujuan penulisan ini adalah mengumpulkan, menganalisis, merangkum, dan menyusun tulisan yang informatif dari berbagai informasi ilmiah yang berkaitan dengan informasi pembuatan dan pemanfaatan kertas dari sampah-sampah kertas dan peranannya terhadap kelesrtarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.
Metode penulisan meliputi observasi, perumusan masalah dan teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka dan studi lapangan. Data tersebut kenudian dianalisis kemudian ditarik kesimpulan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan paper recycling adalah tempat pembuatan, alat, bahan, dan prosedur pembuatan paper Recycling.
Dengan menerapkan dan mengembangkan paper recycling, diharapkan terjadi perbaikan dan peningkatan kelestarian Biodiversitas di Indonesia. Perlu adanya peningkatan kajian dan penelitian di bidang pembuatan dan pemanfaatan paper recycling mengingat di Indonesia terdapat banyak industri pembuatan kertas. Perlu adanya peran pemerintah dalam menindaklanjuti ide karya ilmiah ini. Salah satunya adalah dengan mensosialisasikan dan memberi himbauan ke lembaga pemerhati lingkungan untuk menerapkan dan mengembangkan daur ulang kertas. Melalui penulisan karya tulis ilmiah ini, penulis ingin merekomendasikan kepada pemerintah dan pemegang kebijakan lain untuk dapat memberi dukungan baik berupa materi atau non materi kepada lembaga pemerhati lingkungan dalam upaya penerapan kertas daur ulang.







BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia yang terletak di daerah tropis, terkenal sangat kaya akan biodiversitasnya sehingga dijuluki sebagai salah satu hotspot megabiodiversity di dunia di samping Brazilia, dan Zaire. Namun demikian, pemahaman kita akan kekayaan sumberdaya hayati tersebut pada kenyataannya masih kurang memadai sehingga kita masih mengalami kesulitan dalam upaya pemanfaatan dan pelestariannya (sembiring, 2008)
Menyadari potensi keanekaragaman hayati yang sangat strategis tersebut, pemerintah indonesia Berupaya mengembangkan berbagai kebijakan dan peraturan menyangkut pemanfaatan, perlindungan dan pelestariannya. Dalam dekade ini perindrustrian pembuatan kertas menigkat tajam, hal ini mendorong pohon-pohon di Indonesia setiap tahunnya berkurang. Dengan berkurangnya pohon-pohon tentulah bencana- bencana sering terjadi seperti banjir, longsor, peningkatan*suhu bumi yang mengakibatkan global warming.
Upaya untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya yaitu dengan pemanfaatan sampah-sampah dari kertas yang tidak terpakai lagi dengan cara mendaur ulangnya (paper recycling)
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut diatas, muncul suatu gagasan yaitu tentang bagaimana memanfaatkan kertas dan seperti apa daur ulang kertas tersebut.
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini adalah mengumpulkan, menganalisis, dan menyusun tulisan yang informatif dari berbagai informasi ilmiah yang berkaitan dengan informasi mengenai pembuatan dan pemanfaatan sampah-sampah kertas dari lingkungan kita sendiri hingga kelingkungan yang lebih luas, dan peranan paper recycling untuk mengurangi pemanasan global. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk pengenalan, sosialisasi, pengembangan diri, dan transfer ilmu pengetahuan kepada berbagai pihak dalam upaya pemanfaatan sampah-sampah kertas. Berbagai hal yang telah dirangkum dalam tulisan ini diharapkan menjadi alternatif solusi untuk perbaikan hutan-hutan di Indonesia.
D. Manfaat Penulisan
Karya tulis ini sangat bermanfaat bagi berbagai pihak dan alam upaya perbaikan dan peningkatan sumber daya alam di Indonesia :
1. Bagi Pengembangan Ilmu dan Teknologi
a. Penerapan konsep ilmu dasar dalam pembuatan kertas daur ulang
b. Sumber informasi yang sangat berguna bagi perkembangan ilmu di bidang Paper Recycling.
2. Bagi Kelestarian Biodiversitas
a. Melestarikan Biodiversitas yang terancam punah
b. Menghindari pengambilan pohon-pohon secara berlebihan
3. Bagi Pemerintah
a. Sebagai bahan pertimbangan bagi Pemerintah untuk mensosialisasikan ke lembaga pemerhati lingkungan
b. Sebagai bahan pertimbangan untuk mengevaluasi dan menjaga Biodiversitas di Indonesia

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Perindustrian
Perindustrian di Indonesia pada saat ini sudah berkembang sangat pesat, hal ini tidak dapat dipungkiri lagi. Dan saat itulah, awal bermula nya zaman transisi negara agraris menuju negara industri. Kegiatan tersebut sudah memasuki berbagai pelosok negeri mulai dari perkotaan sampai pedesaan. Tidak kecuali pulau Jawa.
Salah satu industri yang berkembang saat ini adalah industri kertas. Dengan demikian permintaan akan bahan baku kertas semakin meningkat karena setiap tahunnya permintaan akan kebutuhan kertas semakin meningkat. Hal ini mendorong hutan- hutan di Indonesia berkurang setiap tahunnya yang mengakibatkan berbagai bencana di antaranya banjir, longsor, menipisnya ozon, dan lain sebagainya.

B. Ancaman Biodiversitas Menurut IBIS (2008), ada dua penyebab kerusakan keanekaragaman hayati, yaitu penyebab utama dan penyebab sekunder :
1. Penyebab Utama
a. Kerusakan habitat yang berhubungan dengan proyek-proyek mega yang dibiayai secara internasional seperti kegiatan pertambangan di kawasan hutan yang kaya akan keragaman hayati.
b. kerusakan keanekaragaman hayati pada kawasan budidaya adalah dorongan dan teknologi untuk menggantikan keragaman dengan homogenetis pada sektor kehutanan, pertanian, perikanan dan peternakan
2. Penyebab sekunder
a. Tekanan populasi, penggusuran penduduk dan penggusuran keragaman hayati berjalan seiring, dan penduduk tergusur yang makin menghancurkan keragaman hayati adalah dampak tingkat kedua dari penyebab utama kerusakan keragaman hayati.
b. Dampak negatif intensifikasi di lahan pertanian dan perkebunan, erosi, kebakaran, pestisida, dan pupuk anorganik menyebabkan pencemaran di daratan dan perairan sangat nyata menurunkan keragaman hayati.
c. Pencemaran atau polusi baik tanah, perairan maupun udara.
Berdasarkan undang-undang No.5 Tahun 1990, kawasan yang dilindungi bagi pelestarian alam terbagi atas dua kelompok utama, yaitu kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, dan disamping itu terdapat pula hutan yang dilindungi berdasarkan keputusan Menteri kehutanan RI yaitu Hutan lindung.
1. Kawasan suaka alam
Merupakan kawasan dengan ciri khas tertentu, baik didaratan maupun perairan, yang memiliki fungsi utama sebagai penyangga kehidupan. Terdapat 2 macam kawasan, yaitu cagar alam dan suaka marga satwa. Perbedaan yang pokok adalah pada cagar alam hanya dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang terbatas untuk penelitian, pendidikan, dan pengembangan ilmu. Sedangkan pada suaka marga satwa berfungsi untuk melestarikan keanekaragaman atau keunikan jenis satwa, sehingga dimungkinkan dilakukan kegiatan pembinaan habitatnya untuk tujuan penelitian, pendidikan, dan juga wisata terbatas.

2. Kawasan pelestarian alam
Merupakan kawasan yang memiliki fungsi sama yang sama dengan kawasan suaka alam, namun memiliki fungsi lebih, yaitu dapat dimanfaatan sumber daya hayati dan ekosistemnya secara lestari. Termasuk dalam kelompok ini adalah Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam. Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi, serta dimanfaatkan untuk tutuan-tujuan penelitian, pendidikan, serta menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman Hutan Raya adalah kawasan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami maupun buatan, jenis asli dan bukan asli, yang dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman Wisata Alam adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi.

3. Hutan Lindung
Hutan lindung adalah hutan yang fungsinya melindungi kawasan hutan sebagai sumber daya air, tanah, dan ekosistem, sehingga dapat memberikan perlindungan pada sistem penyangga kehidupan. Pihak pemerintah pernah menyarankan agar setiap hak pengusahaan hutan menyisihkan sebanyak 300 hektare dari kawasan konsesinya untuk keperluan perlindungan plasma Nutfah

BAB III
METODE PENULISAN

A. Observasi dan Perumusan Masalah
Sebelum melakukan penulisan, dilakukan study lapangan terlebih dahulu, kemudian kajian pustaka. Selanjutnya dilakukan perumusan masalah dan model Paper Recycling yang baik dan benar.
B. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang dipakai dalam ,penulisan karya tulis ini meliputi :
1. Studi Pustaka
Berdasarkan permasalahan-permasalahan yang telah dirumuskan, maka penulis mencari dan mengumpulkan berbagai pustaka dan penelitian yang terkait mengenai pemanfaatan paper recycling serta pembuatan paper recycling sebagai bahan referensi yang digunakan oleh penulis untuk menganalisis permasalahan lebih lanjut.
2. Studi Lapangan
Studi lapangan yang dimaksud oleh penulis adalah melakukan percobaan dan langsung praktek dalam pembuatan kertas daur ulang tersebut, analisisnya disesuaikan dengan permasalahan yang ada.
C. Teknik Analisis
Teknik analisis yang dilakukan dalam penulisan karya tulis ini meliputi proses pemilihan, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi dari data yang diperoleh pada saat studi pustaka. Dimaksudkan agar data yang akan ditampilkan lebih focus, dan membuang data yang tidak berhubungan dengan tujuan penulisan agar kesimpulan akhir dapat diambil.
D. Penarikan Simpulan
Data yang telah diinterpretasikan melalui serangkaian pembahasan yang sistematis kemudian dibuat suatu simpulan yang meripakan jawaban dari tujuan penulisan.

BAB IV
PEMBAHASAN

Daur ulang adalah proses untuk menjadikan suatu bahan bekas menjadi bahan baru dengan tujuan mencegah adanya sampah yang sebenarnya dapat menjadi sesuatu yang berguna, mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi polusi, kerusakan lahan, dan emisi gas rumah kaca jika dibandingkan dengan proses pembuatan barang baru. Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri atas kegiatan pengumpulan, pemilahan, pemrosesan, pendistribusian dan pembuatan produk atau material bekas pakai, dan komponen utama dalam manajemen sampah modern dan bagian ketiga dalam proses hierarki sampah 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle).
Material yang bisa didaur ulang terdiri dari sampah kaca, plastik, kertas, logam, tekstil, dan barang elektronik. Daur ulang lebih difokuskan kepada sampah yang tidak bisa didegradasi oleh alam secara alami demi pengurangan kerusakan lahan.
Pada kesempatan ini, penulis mengajak anda belajar mendaur ulang kertas. Kertas dapat didaur ulang dengan mencampurkan kertas bekas yang telah dijadikan pulp dengan material kertas baru. Namun kertas akan selalu mengalami penurunan kualitas jika didaur ulang. Didalam membuat kertas daur ulang, bahan-bahan yang bisa digunakan ada dua jenis yaitu dari limbah kertas dan tanaman hasil pertanian atau tanaman-tanaman non produktif.
A. Daur ulang kertas
Daur ulang kertas adalah salah satu upaya pemanfaatan kembali sampah kertas untuk mengurangi timbunan sampah.
Tempat kerja diantaranya tempat pembuatan, tempat pencetakan kertas, tempat penjemuran, tempat penyimpanan bahan baku, dan tempat penyimpanan produk.
1. Alat dan Bahan
a. Sampah kertas, air, rumput, pelepah pisang, lem kayu/lem sagu, dan
pewarna.
b. Blender
c. Baskom atau bak rendam (ukuran 60x70 cm)
d. Spon
e. Meja
f. Kain
g. Screen (25x25 cm atau 35x45 cm)
h. Papan dan alat pemberat
2. Cara membuat
1. Robek kecil-kecil kertas bekas dan erndam di dalam air selama 1 hari
2.blender kertas sampai menjadi bubur (halus)
3. tuangkan ke dalam baskom yang berisi ir dan diauk
4. letakkan spons di atas meja, lalu taruh kain yang sudah dibasahi diatasnya
5. saring campuran (jangan terlalu tebal) di baskom memakai screen sablon
6. letakkan diatas spons yang sudah dilapisi kain dengan posisi terbalik,
gosok sedikit screennya dan angkat dengan hati-hati
7. Tutup dengan kain yang susah dibasahi. Tambah satu lapis lagi kain
basah, langi langgah 5 dan 6
8. Sesudah beberapa lapis press dengan menaruh papan besar diatasnya dan
beri pemberat (Batako atau Batu)
9. Biarkan selama sekitar 1 jam agar airnya berkurang. Sebelum diangkat
pastikan sudah cukup kering, angkat sepasang demi sepasang dan jemur
ditempat yang panas, lalu setrika sepasang demi sepasang kemudian buka
kainnya pelan-pelan.

Jika anda ingin membuat corak khusus, cobalah beberapa proses di bawah ini :
1. Proses tempelan. Sebelum anda menutup campuran bubur kertas dengan kain yang sudah dibasahi, tempelkan bunga, rumput atau daun kecil di atasnya.
2. Proses Campuran. Ketika memblender kertas, tambahkan bunga, rumput atau bahan alami lainnya yang akan memberikan warna dan pola khusus.
3. Proses Press. Ketika sedang mengepress kertasnya, taruhlah daun atau sesuatu yang bermotif bagus. Taruhlah papan di atasnya dan beri pemberat.
Dalam pembuatan kertas daur ulang ini, jika dilakukan secara terus menerus dengan percobaan 1 lembar kertas koran dengan panjang 29 cm, lebar 42 cm setiap harinya maka dalam satu harinya kita bisa membuat 2 lembar kertas daur ulang. Dalam periode 1 tahun kita bisa menghasilkan 532 kertas daur ulang. Dalam pembuatan 1 ton kertas daur ulang dapat menghemat :
1.6953 Galon air
2. 463 Galon minyak
3. 587 pon polusi udara
4. 3,06 kubik yard ruang tanah
Jika disetiap sekolahnya para siswa membuat kertas daur ulang secara teratur setiap harinya hal ini dapat mengurangi pembuangan sampah -sampah kertas yang dapat mencemari lingkungan.
B. Keuntungan Daur Ulang Kertas
1. Satu upaya pemanfaatan kembali sampah kertas untuk mengurangi timbunan sampah
2. Menimbulkan kreatifitas dalam pemanfaatan kertas bekas
3. Sumber tambahan penghasilan masyarakat

BAB 5
SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan
Secara umum pemanfaatan sampah-sampah terutama sampah- kertas yang baik adalah dengan cara mendaur ulangnya agar menjadi kertas yang bisa dipakai. Dengan menerapkan pembuatan dan pemanfaatan daur ulang kertas (Paper Recycling) diharapkan terjadi perbaikan dan peningkatan dalam hal Paper Recycling berdampak sistemik pada kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat, dan dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
B. Saran
Perlu adanya peningkatan kajian dan penelitian dalam pengembangan Paper Recycling, mengingat di Indonesia itu sendiri merupakan negara yang memiliki bahan baku dalam pembuatan kertas. Perlu adanya peran pemerintah dalam menindaklanjuti ide karya ilmiah ini. Salah satunya adalah dengan mensosialisasikan dan memberi himbauan ke lembaga observasi lingkungan untuk mengembangkan Paper Recycling Berdampak sistemik pada kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat. Melalui penulisan karya tulis ini, penulis merekomendasikan kepada pemerintah dan pemegang kebijakan yang lain untuk dapat memberi dukungan baik berupa materi atau non materi kepada lembaga pemerhati lingkungan dalam upaya penerapan dan peningkatan Paper Recycling.


DAFTAR PUSTAKA


Fauzi, Ahmad. 2009. Daur ulang Kertas. Kelas IPA. MA. Khairuddin. Malang
Tim Semut. 2009. Biologi MA. Khairuddin. Malang.
IBIR. 2008. Keanekaragaman hayati bangsa. Indonesia.http://Indonesian
biodiversity.com/pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=24.Tanggal akses 20 Januari 2010.
















RIWAYAT HIDUP PENULIS



Nama : sAIFUL aNWAR
TTL : Malang, 26 Juli 1992
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Blog : agenbuah.blogspot.com
No.HP : (0341) 7744085
Alamat : Jl. KH. HASYIM ASYARI BRONGKAL Pagelaran Malang

Pendidikan:
- Madrasah Aliyah Khairuddin (2008-sakarang)
- MTs. Mambaul-Ulum Pagelaran (2005-2008)
- MI. Mambaul-Ulum Pagelaran (1999-2005)
- TK. Mambaul-Ulum Pagelaran (1997-1999)


Prestasi:

- Masuk 10 Besar lomba artikel se-Kab.Malang 2009. Penyelenggara PMII.
- Juara III Foto Alam penyelenggara P-WEC 2009.

RUMUS CEPAT KOMPUTER

Ctrl + A : Select All
Ctrl + B : Bold
Ctrl + C : Copy
Ctrl + D : Font
Ctrl + E : Center Alignment
Ctrl + F : Find
Ctrl + G : Go To
Ctrl + H : Replace
Ctrl + I : Italic
Ctrl + J : Justify Alignment
Ctrl + K : Insert Hyperlink
Ctrl + L : Left Alignment
Ctrl + M : Hanging Indent
Ctrl + N : New
Ctrl + O : Open
Ctrl + P : Print
Ctrl + Q : Normal Style
Ctrl + R : Right Alignment
Ctrl + S : Save / Save As
Ctrl + T : Left Indent
Ctrl + U : Underline
Ctrl + V : Paste
Ctrl + W : Close
Ctrl + X : Cut
Ctrl + Y : Redo
Ctrl + Z : Undo
Ctrl + 1 : Single Spacing
Ctrl + 2 : Double Spacing
Ctrl + 5 : 1,5 lines
Ctrl + Esc : Start Menu
F1 : Menjalankan fungsis pertolongan yang disediakan pada Word
F2 : Memindahkan teks atau objek yang dipilih
F3 : Menjalankan perintah AutoText
F4 : Mengulangi perintah sebelumnya
F5 : Menjalankan perintah Find and Replace atau Goto
F6 : Menjalankan Perintah Other Pane
F7 : Memeriksaan kesalahan ketik dan ejaan teks
F8 : Awal perintah penyorotan/pemilihan teks atau objek
F9 : Mengupdate Field (Mail Merge)
F10 : Mengaktifkan Menu
F11 : Memasukkan field berikutnya (Mail Merge)
F12 : Mengaktifkan dialog Save As
Esc : Membatalkan dialog / perintah
Enter : Melaksanakan pilihan atau mengakhiri suatu paragraf
Tab : Memindahkan teks sesuai dengan tanda tab yang ada pada ruler horizontal
Windows : Mengktifkan Menu Start
Shortcut : Mengaktifkan shortcut pada posisi kursor
Delete : Menghapus 1 karakter di sebelah kanan kursor
Backspace : Menghapus 1 karakter di sebelah kiri kursor
Insert : Menyisip karakter di posisi kursor
Home : Memindahkan posisi kurosr ke awal baris
End : Memindahkan posisi kurosr ke akhir baris
Page Up : Menggulung layar ke atas
Page Down : Menggulung layar ke atas
Up : Memindahkan kursor 1 baris ke atas
Down : Memindahkan kursor 1 baris ke bawah
Left : Memindahkan kursor 1 karakter ke kiri
Right : Memindahkan kursor 1 karakter ke kanan
Num Lock On : Fungsi pengetikan angka-angka dan operator matematik aktif
Num Lock Off : Fungsi tombol navigasi aktif
Shift + F10 : Membuka menu pintas, sama seperti mengklik kanan
Alt : Penekanan tombol yang tidak dikombinasikan dengan tombol lain hanya
berfungsi untuk mengaktifkan atau memulai penggunaan menu bar
Shift + Delete : Menghapus item yang dipilih secara permanen tanpa menempatkan item
dalam Recycle Bin
Ctrl + Right Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata berikutnya
Ctrl + Left Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal kata sebelumnya
Ctrl + Down Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf berikutnya
Ctrl + Up Arrow : Memindahkan titik penyisipan ke awal paragraf sebelumnya
Alt + F4 : Menutup item aktif, atau keluar dari program aktif
Alt + Enter : Menampilkan properti dari objek yang dipilih
Alt + Spacebar : Buka menu shortcut untuk jendela aktif
Ctrl + F4 : Close dokumen aktif dalam program-program yang memungkinkan Anda
untuk memiliki beberapa dokumen yang terbuka secara bersamaan
Alt + Tab : Switch antara item yang terbuka
Alt + Esc : Cycle melalui item dalam urutan yang mereka telah dibuka
Ctrl + Shift + Tab : Bergerak mundur melalui tab
Shift + Tab : Bergerak mundur melalui pilihan

surat

tlng jgn d sbar

MADRASAH ALIYAH KHAIRUDDIN
Status : Terakreditasi A NSM : 312350714153
Jl. Murcoyo I Telp. (0341) 879737 Gondanglegi-Malang-65174
E-Mail: ma.khairuddin@yahoo.com - wedsite: ma-khairudddin.sch.id


Nomor : MA/05/ 212 /L/I/2011
Perihal : Permohonan Menjadi Pemateri
Masa Orientasi Siswa (MOS)


Yth.
Ketua Teater Galileo
di
UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

1. Dasar
Program kerja bidang pembinaan seni tentang Masa Orientasi Siswa (MOS) tahun 2011/2012

2. Berdasarkan poin satu di atas, dengan ini Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSTRAMA) Madrasah Aliyah Khairuddin akan melaksanakan Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan memohon kesediaan Komunitas Teater Galileo untuk menjadi Pemateri Masa Orientasi Siswa(MOS)
hari/tanggal : Rabu, 13 juli 2011
pukul : 09.00 WIB
tempat : Gedung Madrasah Aliyah Khairuddin

dengan tema
a. Mewujudkan jiwa Seni Dalam Kreasi

3. Demikian, atas perhatian dan kesediaannya kami sampaikan terimakasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.



Malang, 02 Pebruari 2011
a.n. Ketua OSTRAMA
Pembina OSTRAMA Ketua Panitia




Zulhadi Z, S.Pd. Lailatul Latifah
NISN. 9920487608


Mengetahui,
Kepala MA Khairuddin

$0D

Dra. Hj. Isma Mufidah, M.Ag.
NIP. 19710422 199703 2 002

Laporan donor darah

ALAT DAN BAHAN PRAKTEK PENGECEKAN DOLONGAN DARAH
ALAT BESERTA KEGUNAANNYA
Kardus : Sebagai wadah peralatan dan bahan agar
tetap steril
Jarum : Sebagai alat pengambilan darah
Kapas : Untuk membersihkan jari sebelum dan
sesudah diambil darahnya
Botol : Sebagai wadah anti sehum A dan B, serta
alkohol 70%
Palet : Sebagai media penyampuran darah
Koran : Sebagai seragam dokter

BAHAN BESERTA KEGUNAANNYA
Air : Sebagai alkohol, darah, anti serum A dan B
Pewarna : Merah untuk darah, kuning untuk anti serum
A dan biru untuk anti serum B
Minyk goreng : Sebagai Anti serum A untuk darah A
: Sebagai Anti serum B untuk darah B
: Sebagai Anti serum A dan B untuk darah AB

LANGKAH KERJA :
Bersihka jari dengan kapas yang sudah di beri alkohol 70% (sebelum di ambil darahnya)
Ambil darah dengan menggunakan jarum
Teteskan darah pada media yang sudah tersedia
Tetesi darah yang satunya dengan anti serum A dan darah yang satunya lagi dengan anti serum B
Amati untuk mengetahui hasil golongan darah tersebut

SELAMAT MENCOBA!! N GOOD LUCK!!


BY : XI IPA 2. (Kelompok 4)
NAMA KELOMPOK : DI BIMBING OLEH :
Aliyatul Humairoh Achmad Fauzi, M.Si
Arik Mastupan
Ervinatul Muawanah
Khoridatul Mundiroh
Saiful Anwar
Salafuddin Zuhri

Senin, 27 Februari 2012

makalah sejarah khairuddin


KATA PENGANTAR
Sebelumnya kami mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kami , sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Terdorong oleh rasa ingin tahu , kemauan , kerja sama dan kerja keras , kami kerahkan seluruh upaya demi mewujudkan keinginan ini.
Semoga tulisan ini dapat memenuhi kewajiban kami dalam tugas sejarah materi kembali ke-NKRI.
Adapun harapan kami, semoga tulisan ini dapat menambah wawasan
pembaca mengenai kembali ke-NKRI. Kami menyadari bahwa makalah kami ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I 1
PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 2
1.3 Tujuan 3
BAB II 3
LANDASAN TEORI 4
BAB III 5
PEMBAHASAN 5
BAB IV 6
PENUTUP 6
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA 7

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tentu kalian masih ingat bukan dengan penderitaan rakyat pada masa kolonial Belanda?Penderitaan rakyat itu diakibatkan adanya berbagai kebijakan kolonial yang merugikan rakyatIndonesia. Bagaimana perasaan kalian jika melihat rakyat kecil ditindas oleh penjajah? Tentumerasa sakit dan ingin memberontak, bukan? Demikian halnya yang dialami oleh paramahasiswa dan pemuda masa itu. Mereka, khususnya mahasiswa STOVIA berusahamengadakan perlawanan dengan cara yang halus mengingat cara pertempuran fisik selalumengalami kegagalan. Berangkat dari kesadaran dan kemauan untuk melawan, maka mulaimuncul berbagai organisasi pergerakan. Meskipun masing-masing organisasi memiliki asasdan cara perjuangan yang berbeda-beda, mereka tetap mempunyai satu tujuan yaitu mencapaikemerdekaan. Kebulatan tekad para pemuda untuk bersatu mencapai puncaknya dengandicetuskannya Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.
Demi terwujudnya pembelajaran yang berkualitas

1.2 Tujuan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan dan diharapkan bermanfaat bagi kita semua



BAB II
2.1 LANDASAN TEORI
1. Perjanjian Roem-Royen
Akibat dari Agresi Militer tersebut, pihak internasional melakukan tekanan kepada Belanda,terutama dari pihak Amerika Serikat yang mengancam akan menghentikan bantuannyakepada Belanda, akhirnya dengan terpaksa Belanda bersedia untuk kembali berundingdengan RI. Pada tanggal 7 Mei 1949, Republik Indonesia dan Belanda menyepakatiPerjanjian Roem Royen.
2. KMB (Konferensi Meja Bundar) Konferensi Meja Bundar
adalah sebuah pertemuan antara pemerintah Republik Indonesiadan Belanda yang dilaksanakan di Den Haag, Belanda dari 23 Agustus hingga 2 November1949. Yang menghasilkan kesepakatan:
• Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) .
• Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan
3. UUDS 1950
Pada tanggal 15 Agustus 1950, Presifen Soekarno menandatangani Rancangan Undang-Undang Dasar menjadi Rancangan Undang-Undang Dasar Semestara yang kemudian dikenaldengan UUDS 1950 sebagai konstitusinya.
4. Pengeluaran Dekret Presiden 1959 dan kembali ke NKRI
Dekret Presiden 1959 dilatarbelakangi oleh kegagalan Badan Konstituante untuk menetapkanUUD baru sebagai pengganti UUDS 1950. Anggota konstituante mulai bersidang pada 10November 1956. Namun pada kenyataannya sampai tahun 1958 belum berhasil merumuskanUUD yang diharapkan. Sementara, di kalangan masyarakat pendapat-pendapat untuk kembalikepada UUD '45 semakin kuat. Dalam menanggapi hal itu, Presiden Soekarno lantasmenyampaikan amanat di depan sidang Konstituante pada 22 April 1959 yang isinyamenganjurkan untuk kembali ke UUD '45. Pada 30 Mei 1959 Konstituante melaksanakanpemungutan suara. Hasilnya 269 suara menyetujui UUD 1945 dan 199 suara tidak setuju.Meskipun yang menyatakan setuju lebih banyak tetapi pemungutan suara ini harus diulang,karena jumlah suara tidak memenuhi kuorum. Kuorum adalah jumlah minimum anggota ygharus hadir di rapat, majelis, dan sebagainya (biasanya lebih dari separuh jumlah anggota)agar dapat mengesahkan suatu putusan. Pemungutan suara kembali dilakukan pada tanggal 1dan 2 Juni 1959. Dari pemungutan suara ini Konstituante juga gagal mencapai kuorum.Untuk meredam kemacetan, Konstituante memutuskan reses (masa perhentian sidang[parlemen]; masa istirahat dari kegiatan bersidang) yang ternyata merupakan akhir dari upayapenyusunan UUD.


BAB III
PEMBAHASAN

3.1 Dasar Pemikiran
Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara tiba-tiba.
3.2 Pengertian dan Tujuan NKRI

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Negara kesatuan yang meliputi persatuan seluruh wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke.
Tujuan Negara Republik Indonesia adalah :
1.melindungi segenap bangsa Indonesia
2.memajukan kesejahteraan umum
3.mencerdaskan kehidupan bangsa
4.dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan abadi dan adil.

BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dibalik semua permasalahan yang saya sebutkan di atas, kita bangsa Indonesia harus bangga dengan kemerdekaan Negara kita yang bukan pemberian dari penjajah. Namunhasil perjuangan para pejuang kemerdekaan dimasa kemerdekaan dulu yang rela berkorban atas apapun yang penting Negara kita mendeka, bahkan nyawa sekalipun..Sekarang, seharusnya kita sebagai pemuda juga harus memiliki semangat seperti pejuangdulu, namun cara kita saja yang berbeda. Kita hanya terus melanjutkan perjuangan ini agar bagaimana kedepannya Negara kita Indonesia ini bisa menjadi negara yang majudisegala bidang dengan tidak melupakan sila-sila yanga ada dalam pancasila..

4.2 SARAN
Sedikit saran yang bisa saya berikan adalah sebagai berikut :
1.Sikap perjuangan para pemuda saat kemerdekaan dulu, sebaiknya harus sema dengansikap pemuda zaman sekarang dalam menghadapi masalah Negara maupun masalahpribadi. Kini banyak para pemuda yang mudah putus asa menyelesaikan suatu masalah.Misalnya, diberi tugas buat makalah saja, sudah ada yang mengeluh. Coba lihat pemudadulu, mereka susah payah pegang bambu runcing untuk melawan penjajah, keluar masuk.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.scribd.com/doc/47004741/Makalah-PKN-Sejarah-Kemerdekaan-Indonesia
http://yudhim.blogspot.com/2008/01/contoh-makalah.html

Materi Titrasi Asam Basa


Titrasi merupakan suatu metoda untuk menentukan kadar suatu zat dengan menggunakan zat lain yang sudah dikethaui konsentrasinya. Titrasi biasanya dibedakan berdasarkan jenis reaksi yang terlibat di dalam proses titrasi, sebagai contoh bila melibatan reaksi asam basa maka disebut sebagai titrasi asam basa, titrasi redox untuk titrasi yang melibatkan reaksi reduksi oksidasi, titrasi kompleksometri untuk titrasi yang melibatan pembentukan reaksi kompleks dan lain sebagainya. (disini hanya dibahas tentang titrasi asam basa)
Zat yang akan ditentukan kadarnya disebut sebagai “titrant” dan biasanya diletakan di dalam Erlenmeyer, sedangkan zat yang telah diketahui konsentrasinya disebut sebagai “titer” dan biasanya diletakkan di dalam “buret”. Baik titer maupun titrant biasanya berupa larutan.

Prinsip Titrasi Asam basa
Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titer ataupun titrant. Titrasi asam basa berdasarkan reaksi penetralan. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa dan sebaliknya.
Titrant ditambahkan titer sedikit demi sedikit sampai mencapai keadaan ekuivalen ( artinya secara stoikiometri titrant dan titer tepat habis bereaksi). Keadaan ini disebut sebagai “titik ekuivalen”.
Pada saat titik ekuivalent ini maka proses titrasi dihentikan, kemudian kita mencatat volume titer yang diperlukan untuk mencapai keadaan tersebut. Dengan menggunakan data volume titrant, volume dan konsentrasi titer maka kita bisa menghitung kadar titrant.
Cara Mengetahui Titik Ekuivalen
Ada dua cara umum untuk menentukan titik ekuivalen pada titrasi asam basa.
1. Memakai pH meter untuk memonitor perubahan pH selama titrasi dilakukan, kemudian membuat plot antara pH dengan volume titrant untuk memperoleh kurva titrasi. Titik tengah dari kurva titrasi tersebut adalah “titik ekuivalent”.
2. Memakai indicator asam basa. Indikator ditambahkan pada titrant sebelum proses titrasi dilakukan. Indikator ini akan berubah warna ketika titik ekuivalen terjadi, pada saat inilah titrasi kita hentikan.
Pada umumnya cara kedua dipilih disebabkan kemudahan pengamatan, tidak diperlukan alat tambahan, dan sangat praktis.
Indikator yang dipakai dalam titrasi asam basa adalah indicator yang perbahan warnanya dipengaruhi oleh pH. Penambahan indicator diusahakan sesedikit mungkin dan umumnya adalah dua hingga tiga tetes.
Untuk memperoleh ketepatan hasil titrasi maka titik akhir titrasi dipilih sedekat mungkin dengan titik equivalent, hal ini dapat dilakukan dengan memilih indicator yang tepat dan sesuai dengan titrasi yang akan dilakukan.
Keadaan dimana titrasi dihentikan dengan cara melihat perubahan warna indicator disebut sebagai “titik akhir titrasi”.
Rumus Umum Titrasi
Pada saat titik ekuivalen maka mol-ekuivalent asam akan sama dengan mol-ekuivalent basa, maka hal ini dapat kita tulis sebagai berikut:
mol-ekuivalen asam = mol-ekuivalen basa
Mol-ekuivalen diperoleh dari hasil perkalian antara Normalitas dengan volume maka rumus diatas dapat kita tulis sebagai:
NxV asam = NxV basa
Normalitas diperoleh dari hasil perkalian antara molaritas (M) dengan jumlah ion H+ pada asam atau jumlah ion OH pada basa, sehingga rumus diatas menjadi:
nxMxV asam = nxVxM basa
keterangan :
N = Normalitas
V = Volume
M = Molaritas
n = jumlah ion H+ (pada asam) atau OH – (pada basa)
Anda bisa menggunakan rumus diatas bila anda menhadapi soal-soal yang melibatkan titrasi

cara membuat blog


Cara membuat Blog di Blogger - Blog merupakan sigkatan dari “Web log” adalah salah satu aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.

Pada awalnya, blog dibuat adalah sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial ( contoh blog ini ), curhat, bisnis dan lain sebagainya. Sec`ra umum, blog tidak ada bedanya dengan website pada umumnya yang ada di internet.

Flatform blog atau seringkali disebut dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer/programer penyedia blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi mudah semudah menyebut angka 1 2 3.
Cara Membuat Blog Di Blogger
Salah satu penyedia blog gratis yang cukup populer saat ini adalah blogspot atau blogger, dimana ketika mendaptar adalah melalui situs blogger.com namun nama domain yang akan anda dapatkan adalah sub domain dari blogspot, contoh : contohsaja.blogspot.com

Kenapa harus membuat blog di blogger.com bukan pada situs penyedia blog lainnya? Sebenarnya tidak ada keharusan untuk membuat blog di blogger, namun ada banyak kelebihan yang dimiliki blogger di banding dengan penyedia blog lain. Beberapa contoh kelebihan blogger di banding yang lain yaitu mudah dalam pengoperasian sehingga cocok untuk pemula, lebih leluasa dalam mengganti serta mengedit template sehingga tampilan blog anda akan lebih fresh karena hasil kreasi sendiri, custom domain atau anda dapat mengubah nama blog anda dengan nama domain sendiri misalkan contohsaja.blogspot.com di ubah menjadi contohsaja.com,sedangkan hosting tetap menggunakan blogspot dan masih tetap gratis.

Perlu ditekankan dari awal bahwa internet itu sifatnya sangat dinamis, sehingga mungkin saja dalam beberapa waktu kedepan panduan membuat blog di blogger ini akan sedikit berbeda dengan apa yang anda lihat di blogger.com
$0A